BILA
“SI PUNGGUK” JADI WALIKOTA
Oleh : Abd. Halim Asy’ ary
Kata
orang, omong itu gampang, kalau sekedar omong kosong. Omong jadi susah kalau
omongan itu harus dituntut bobot kualitas beserta bukti aplikasinya. Omong
bahkan akan semakin susah kalau di dalamnya harus terkandung bobot ide
brilliant, punya arah sasaran, daya pikat dan keteraturan.
Ketika
parameter ini menjadi prasyarat yang harus dipatuhi untuk sebuah “omongan”,
maka akan terlalu terasa sukar bagi setiap orang untuk omong seenaknya.
Artinya, dunia manusia akan lengang dari suara hiruk pikuk omongan, bila setiap
orang telah merasa sukar omong. Maka,
mumpung selagi perbuatan “omong asal” belum terkena pajak, menjadi ramailah
setiap hari dunia manusia dengan ‘omong kosong’.

