GEOGRAFIS KABUPATEN
BUTON UTARA
Pada halaman ini kami sajikan
data Geografi Kabupaten Buton Utara yang meliputi, luas wilayah, kondisi tanah
yang meliputi, topografi, geologis, hidrologis/keadaan perairan (laut dan
sungai), keadaan iklim, dan curah hujan.
Letak Geografi dan Batas Wilayah.
Kabupaten Buton Utara dengan ibukota di Buranga
merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara-Indonesia yang
dibentuk melalui Undang-Undang No.17 Tahun 2007. Wilayahnya meliputi sebagian
Pulau Buton bagian Utara, serta pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar
kawasan tersebut.
Kabupaten Buton
Utara terletak di bagian Selatan Khatulistiwa pada garis Lintang 40 06’ Sampai 50 15’ Lintang Selatan, dan dari Barat ke
Timur 1220 59 Bujur Timur
sampai dengan 1230 15 Bujur
Timur.
Batas wilayah administratif Kabupaten Buton Utara
terdiri,
·
Sebelah utara berbatasan dengan Selat Wawonii,
·
Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda,
·
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton,
·
Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Buton dan Kabupaten Muna.
Luas Wilayah.
Luas daratan Kabupaten Buton Utara seluas
1.923,03 km2 yang terletak di bagian Utara Pulau Buton. Dari ke 6 kecamatan
yang berada di Kabupaten ini, Kecamatan Bonegunu merupakan kecamatan yang
memiliki wilayah paling luas dibanding kecamatan lainnya, yaitu seluas 491,44
km2 atau 25,56 persen dari seluruh luas Kabupaten Buton Utara. Sedangkan
kecamatan yang memiliki luas wilayah paling kecil yaitu Kecamatan Kulisusu
yaitu seluas 172,78 km2 atau 8,98 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten
Buton Utara.
Adapun luas wilayah Kecamatan Kulisusu Barat
yaitu 370,47 km2 atau 19,26 persen, Kecamatan Kulisusu Utara seluas 339,64 km2
atau 17,67 persen, Kecamatan Kambowa seluas 303,44 km2 atau 15,78 persen dan
Kecamatan Wakorumba seluas 245,26 km2 atau 12,75 persen dari luas wilayah
Kabupaten Buton Utara.
Topografi.
Kabupaten Buton Utara terdiri dari barisan
pegunungan yang sedikit melengkung ke arah utara-selatan, dimana hampir
setengah (92.799 ha) atau sebesar 48,26 persen luas wilayah Kabupaten Buton
Utaraberada pada ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut
Berdasarkan kemiringan, wilayah Kabupaten Buton
Utara memiliki kemiringan yang hampir merata pada setiap klasifikasi
kemiringan. Kemiringan 0-2 persen seluas 57.129 hektar (29,71 persen), kemudian
disusul kemiringan 15-40 persen seluas 55.309 hektar atau 28,76 persen dari
seluruh luas wilayah Kabupaten Buton Utara. Selanjutnya kemiringan lebih dari
49 persen seluas 50.875 hektar atau 26,46 persen, serta kemiringan 2-15 persen
seluas 28.990 hektar atau 15,08 persen dari total luas wilayah Kabupaten Buton
Utara.
Geologis.
Pada umumnya, wilayah Kabupaten Buton Utara yang
berada di Pulau Buton bagian utara ini, memiliki jenis tanah Mediteran, Rensina dan Litosol. Sedangkan
pada wilayah Kabupaten Buton Utara bagian Selatan memiliki tanah Podosolik Merah
Kuning.
Berdasarkan jenis batuan , seluas 94,457 hektar
atau 49,12 persen wilayah Kabupaten Buton Utara memiliki jenis batuan dengan
katagori TMC, disusul TMS dan KTC dengan luas masing-masing 39.005 hektar
(20,28 persen) dari luas wilayah kabupaten ini.
Hidrologis.
Ditinjau dari keberadaan sungai, beberapa sungai
yang cukup besar dan telah melalui penelitian teknis di Kabupaten Buton Utara
antara lain Sungai Lambale, Sungai Langkumbe, Sungai Kioko, Sungai Bubu, Sungai
Kambowa, Sungai Lahumoko, dan Sungai Lagito.
Sungai-sungai tersebut selain sebagai jalur
transportasi yang membawahasil pertanian dan hasil hutan dari Kabupaten Buton
Utara, juga sangat potensial sebagai sumber irigasi bagi usha pengembangan
pertanian.
Ocenografiis.
Kabupaten Buton Utara memiliki wilayah perairan
yang laut yang cukup potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan hasil
laut lainnya. Berbagai jenis ikan yang banyak ditangkap oleh nelayan daerah ini
antara lain cakalang, teri, kembung, udang, serta berbagai jenis ikan lainnya.
Selain jenis ikan, juga terdapat hasil laut lainnya yang sangat potensial
antara lain teripang, japing-japing, lola, mutiara, serta agar-agar yang
sampai saat ini masih merupakan primadona usaha perairan laut bagi
masyarakat setempat.
I k l i m.
Kabupaten Buton Utara pada umumnya beriklim
tropis dengan suhu rata-rata 250C-270C. Seperti halnya daerah lain, pada bulan
November sampai Juni, angin bertiup dari benua Asia an samudera pasifik yang
menyebabkan terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk
Kabupaten Buton Utara.
Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli
dan Oktober, dimana pada bulan ini angin bertiup dari benua Australia yang
sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air. Seperti halnya daerah
Sulawesi Tenggara pada umumnya, di Kabupaten Buton Utara angin bertiup dengan
arah yang yang tidak menentui, yang mengakibatkan curah hujan yang tidak
menentu pula, dan keadaan ini dikenal sebagai musim pancaroba.
Curah Hujan.
Musim hujan terjadi pada bulan November sampai
dengan Juni, dimana angin yang mengandung banyak uap air bertiup dari benua
Asia dan samudera pasifik sehingga menyebabkan hujan. Sedangkan musim
kemarau terjadi antara bulan Juli dan Oktober. Pada bulan ini angin bertiup
dari benua Australia yang sifatnya kering dan mengandung uap air yang relatif
sedikit.
Kependudukan dan Ketenagakerjaan.
Penduduk.
1.
Sumber utama data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilaksanakan
setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam
kali sejak Indonesia merdeka yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan
2010.
Di dalam Sensus Penduduk, pencacahan dilakukan
terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia
termasuk warga negara asing kecuali anggota Korps Diplomatik negara sahabat dan
keluarganya.
2. Penduduk adalah semua
orang yang berdomisili di wilayah teritorial RI selama 6 bulan atau lebih dan
atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.
Berdasarkan Data Proyeksi Penduduk 2013, Penduduk
Kabupaten Buton Utara berjumlah 57.422 jiwa yang terdiri dari penduduk
laki-laki 28.880 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 28.542 jiwa, dengan jumlah
rumah tangga sebesar 12.667 rumah tangga.
3.
Rata-rata pertumbuhan penduduk pertahun adalah angka yang menunjukan
tingkat pertambahan pertahun dalam jangka waktu tertentu.
4.
Kepadatan Penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. Kabupaten
Buton Utarapada tahun 2013 tingkat kepadatan penduduknya adalah 30 jiwa/Km2.
5.
Rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Buton Utara pada tahun 2013
adalah 101,18 yang berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk
laki-laki.
6.
Rumah Tangga adalah seoraang atau sekelompok orang yang biasanya tinggal
bersama dalam suatu bangunan serta pengelolaan makan dari satu dapur.
Angkatan Kerja.
Penduduk Usia Kerja
adalah Penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Sedangkan Angkatan Kerja
adalah penduduk usia kerja (15 tahun lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan
namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar