Senin, 16 Maret 2015

GEOGRAFI KABUPATEN BUTON UTARA


GEOGRAFIS KABUPATEN BUTON UTARA

Pada halaman ini kami sajikan data Geografi Kabupaten Buton Utara yang meliputi, luas wilayah, kondisi tanah yang meliputi, topografi, geologis, hidrologis/keadaan perairan (laut dan sungai), keadaan iklim, dan curah hujan.

Letak Geografi dan Batas Wilayah.
Kabupaten Buton Utara dengan ibukota di Buranga merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara-Indonesia yang dibentuk melalui Undang-Undang No.17 Tahun 2007. Wilayahnya meliputi sebagian Pulau Buton bagian Utara, serta pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar kawasan tersebut.
Kabupaten Buton Utara terletak di bagian Selatan Khatulistiwa pada garis Lintang 40 06’ Sampai 50 15’ Lintang Selatan, dan dari Barat ke Timur 1220 59 Bujur Timur sampai dengan 1230 15 Bujur Timur.



Batas Wilayah.
Batas wilayah administratif Kabupaten Buton Utara terdiri,
·      Sebelah utara berbatasan dengan Selat Wawonii,
·      Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda,
·      Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton,
·      Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Buton dan Kabupaten Muna.

Luas Wilayah.
Luas daratan Kabupaten Buton Utara seluas 1.923,03 km2 yang terletak di bagian Utara Pulau Buton. Dari ke 6 kecamatan yang berada di Kabupaten ini, Kecamatan Bonegunu merupakan kecamatan yang memiliki wilayah paling luas dibanding kecamatan lainnya, yaitu seluas 491,44 km2 atau 25,56 persen dari seluruh luas Kabupaten Buton Utara. Sedangkan kecamatan yang memiliki luas wilayah paling kecil yaitu Kecamatan Kulisusu yaitu seluas 172,78 km2 atau 8,98 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Buton Utara.
Adapun luas wilayah Kecamatan Kulisusu Barat yaitu 370,47 km2 atau 19,26 persen, Kecamatan Kulisusu Utara seluas 339,64 km2 atau 17,67 persen, Kecamatan Kambowa seluas 303,44 km2 atau 15,78 persen dan Kecamatan Wakorumba seluas 245,26 km2 atau 12,75 persen dari luas wilayah Kabupaten Buton Utara. 

Topografi.
Kabupaten Buton Utara terdiri dari barisan pegunungan yang sedikit melengkung ke arah utara-selatan, dimana hampir setengah (92.799 ha) atau sebesar 48,26 persen luas wilayah Kabupaten Buton Utaraberada pada ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut
Berdasarkan kemiringan, wilayah Kabupaten Buton Utara memiliki kemiringan yang hampir merata pada setiap klasifikasi kemiringan. Kemiringan 0-2 persen seluas 57.129 hektar (29,71 persen), kemudian disusul kemiringan 15-40 persen seluas 55.309 hektar atau 28,76 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Buton Utara. Selanjutnya kemiringan lebih dari 49 persen seluas 50.875 hektar atau 26,46 persen, serta kemiringan 2-15 persen seluas 28.990 hektar atau 15,08 persen dari total luas wilayah Kabupaten Buton Utara.

Geologis.
Pada umumnya, wilayah Kabupaten Buton Utara yang berada di Pulau Buton bagian utara ini, memiliki jenis tanah Mediteran, Rensina dan Litosol. Sedangkan pada wilayah Kabupaten Buton Utara bagian Selatan memiliki tanah Podosolik Merah Kuning.
Berdasarkan jenis batuan , seluas 94,457 hektar atau 49,12 persen wilayah Kabupaten Buton Utara memiliki jenis batuan dengan katagori TMC, disusul TMS dan KTC dengan luas masing-masing 39.005 hektar (20,28 persen) dari luas wilayah kabupaten ini. 

Hidrologis.
Ditinjau dari keberadaan sungai, beberapa sungai yang cukup besar dan telah melalui penelitian teknis di Kabupaten Buton Utara antara lain Sungai Lambale, Sungai Langkumbe, Sungai Kioko, Sungai Bubu, Sungai Kambowa, Sungai Lahumoko, dan Sungai Lagito. 
Sungai-sungai tersebut selain sebagai jalur transportasi yang membawahasil pertanian dan hasil hutan dari Kabupaten Buton Utara, juga sangat potensial sebagai sumber irigasi bagi usha pengembangan pertanian.  

Ocenografiis.
Kabupaten Buton Utara memiliki wilayah perairan yang laut yang cukup potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan hasil laut lainnya. Berbagai jenis ikan yang banyak ditangkap oleh nelayan daerah ini antara lain cakalang, teri, kembung, udang, serta berbagai jenis ikan lainnya. Selain jenis ikan, juga terdapat hasil laut lainnya yang sangat potensial antara lain  teripang, japing-japing, lola, mutiara, serta agar-agar yang sampai saat ini masih merupakan primadona usaha   perairan laut bagi masyarakat setempat.

I k l i m.
Kabupaten Buton Utara pada umumnya beriklim tropis dengan suhu rata-rata 250C-270C. Seperti halnya daerah lain, pada bulan November sampai Juni, angin bertiup dari benua Asia an samudera pasifik yang menyebabkan terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Buton Utara.
Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli dan Oktober, dimana pada bulan ini angin bertiup dari benua Australia yang sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air.  Seperti halnya daerah Sulawesi Tenggara pada umumnya, di Kabupaten Buton Utara angin bertiup dengan arah yang yang tidak menentui, yang mengakibatkan curah hujan yang tidak menentu pula, dan keadaan ini dikenal sebagai musim pancaroba.                                
Curah Hujan.
Musim hujan terjadi pada bulan November sampai dengan Juni, dimana angin yang mengandung banyak uap air bertiup dari benua Asia dan samudera pasifik sehingga menyebabkan hujan.  Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli dan Oktober. Pada bulan ini angin bertiup dari benua Australia yang sifatnya kering dan mengandung uap air yang relatif sedikit. 

Kependudukan dan Ketenagakerjaan. 

Penduduk.
1.    Sumber utama data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.
Di dalam Sensus Penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia termasuk warga negara asing kecuali anggota Korps Diplomatik negara sahabat dan keluarganya.
2.    Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah teritorial RI selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.
Berdasarkan Data Proyeksi Penduduk 2013, Penduduk Kabupaten Buton Utara berjumlah 57.422 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 28.880 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 28.542 jiwa, dengan jumlah rumah tangga sebesar 12.667 rumah tangga.
3.    Rata-rata pertumbuhan penduduk pertahun adalah angka yang menunjukan tingkat pertambahan pertahun dalam jangka waktu tertentu.
4.    Kepadatan Penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. Kabupaten Buton Utarapada tahun 2013 tingkat kepadatan penduduknya adalah 30 jiwa/Km2.
5.    Rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Buton Utara pada tahun 2013 adalah 101,18 yang berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki.
6.    Rumah Tangga adalah seoraang atau sekelompok orang yang biasanya tinggal bersama dalam suatu bangunan serta pengelolaan makan dari satu dapur.

Angkatan Kerja.
Penduduk Usia Kerja adalah Penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Sedangkan Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar